Ini terdengar klise, tetapi rugi dalam trading adalah bagian dari kemenangan trading, terutama dalam perdagangan jangka panjang. Jika kamu ingin menjadi trader yang benar-benar tahu cara berdagang saham dengan benar, Anda harus belajar tentang cara merugi dengan benar, jangan hanya belajar bagaimana mencari untung.

Ini bukan topik yang ‘menyenangkan’ untuk dibahas, dan kamu mungkin tidak ingin membaca artikel ini, karena rata-rata orang hanya mau membaca artikel tentang bagaimana mencari untung besar dan cepat di pasar saham. Padahal itu termasuk kesalahan besar. kamu tidak akan pernah untung dalam jangka panjang jika kamu tidak memahami bagaimana pentingnya loss dengan benar di pasar.

Jadi artikel ini khusus untuk yang sudah bosan mencari cara kaya cepat dari saham dan cara trading yang 100% pasti untung. Yang pada kenyataannya itu adalah sebuah kemustahilan. Nah, bagi kamu yang ingin menghasilkan uang dari pasar saham secara jangka Panjang, maka teruskan membaca..

Terlalu banyak para trader mencoba menghindari kerugian 100%. Ya wajar saja, karena setiap orang pasti menghindari kerugian hehehe. Ini adalah sesuatu yang normal. Tapi dalam dunia trading saham, sifat ini mengakibatkan sesuatu yang fatal, yaitu kerugian besar dalam portofolio kita.

Nyatanya, kerugian yang sesekali adalah bagian dari cara mencari uang dalam jangka panjang. Jika kerugian memang bisa dihindari maka pasti sudah banyak miliarder baru di pasar saham Indonesia. Jadi dalam trading yang benar, setiap orang harus sudah mempunyai plan masing-masing, di titik mana dia memasang stop lossnya.

Dan kerugian yang sesekali itu harus kita lihat sebagai biaya berbisnis di pasar saham. Bukankah setiap bisnis mempunya biayanya masing-masing? Sebagaimana restoran mempunyai biaya sendiri, seperti operasional, karyawan, bahan baku, dll. Maka seperti itu juga di pasar saham. Yang penting pastikan laba kita bisa ada diatas biaya-biaya bisnis tersebut.

Nah, dalam bisnis saham jika biaya-biaya tersebut dilihat sebagai kerugian maka kita akan cenderung pesimis dalam trading. Akan teteapi jika kita melihat kerugian tersebut sebagai sebagian biaya bisnis, maka kita akan mulai mengubah cara pandang kita. Dari menghindari loss, menjadi mengelola loss.

Mengapa kamu harus belajar mengelola loss dengan benar? Karena dengan demikian, portofolio anda sudah terukur. Apabila loss, maka mengalami rugi sekian, dan seterusnya. Berbeda jika anda trading dalam posisi tidak mengetahui titik stoploss, maka bersiaplah dengan kerugian yang sangat besar.

2 pesan penting dari saya,
1. Janganlah jadi trader yang berharap untung 100% tanpa cut loss sama sekali di saham, karena ini sebuah kemustahilan
2. Jangan trading dengan metode yang apabila kita untung, keuntungannya itu masih dibahawa nilai apabila kita loss

Jadi, carilah metode yang menguntungkan, kemudian tentukan stoploss mu. Anggap kerugian sebagai biaya trading. Maka kamu akan profit secara konsisten di bisnis saham.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *